AKU CINTA INDONESIA
I LOVE INDONESIA
AKU CINTA INDONESIA
I LOVE INDONESIA

Gubernur Jawa Barat Bicara Soal Kota Kesenian

Ahmad Heryawan dan tanggapannya terhadap seniman yang tak memiliki tempat di rumahnya sendiri - Bandung
IMAGE-TITLE-HERE

Mainan Santika Syaravina

Gadis belia yang mencintai dunia fotografi. Ia membuat karya kriya menggunakan isi roll film seluloid. Unik dan menarik...
IMAGE-TITLE-HERE

Ioannis Dimitrousis dan Dunianya

Seorang desainer Yunani yang besar di Inggris, inspirasi bagi muda-mudi kreatif di Indonesia
IMAGE-TITLE-HERE

Titik Api - Titik yang Membakar Semangat Berkarya

Sebuah pergelaran yang melanjutkan semangat berkarya Almarhum Harry Roesli
IMAGE-TITLE-HERE

Kampanye Cinta Bangsa

Kampanye Cinta Bangsa


Asli Indonesia

Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya, bukan batik saja...

Kain Songket Indonesia Asli!


Aku Cinta Indonesia

Sebagai anak Indonesia, aku bangga menggunakan produk buatan tanah air!

Hidup Indonesia!

A Journey of a Daydreamer – An Image Analysis Exhibition

22.19 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Mahasiswa kriya tekstil ITB 2007 menyelenggarakan event bertajuk A Journey of Daydreamer, sebuah pameran produk kriya yang mempertunjukan kemampiawaian mahasiswa dalam melakukan image analysis. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 26 dan 27 Mei 2009 di area Campus Center Barat ITB, Jalan Ganesha – Bandung.

Setiap rangkaian produk yang ditampilkan mengusung satu tema yang kemudian menjadi dasar dalam proses perancangan, pemilihan bahan, hingga penentuan kemasan sehingga memiliki identitas yang khas dan kuat.

Selain pameran karya mahasiswa, panitia juga menyelenggarakan bedah buku “After Ten Years Friends Call Us Unkle” oleh Dendy Darman, pemilik clothing company 347. Kegiatan bedah buku ini dimulai pada pukul 10 pagi dan membahas buku yang berisikan kumpulan ide dan desain kreatif untuk produk 347 yang terkenal bernilai kreasi tinggi itu.

Pada hari kedua, pengunjung pameran juga dihibur dengan sebuah performa akustik dari Jodi In The Morning Glory Parade pada jam 1 siang,

Selama pameran berlangsung diadakan pula pemutaran rangkaian video karya Kriya Tekstil 2007 yang tertata apik dengan iringan musik harmonis.

Salut untuk kriya tekstil ITB 2007.


Read more...

Bags Talk

09.37 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

tas. sebuah benda untuk menampung berbagai benda lainnya agar lebih praktis dibawa.


dulu saya hanya mengenal dua jenis tas. tas selempang dan tas ransel. keduanya adalah untuk bersekolah. tapi perlahan-lahan saya memahami... bahwa tas tidak hanya sekedar alat yang mempermudah mobilitas manusia. ada banyak aspek lain yang dimiliki suatu tas. wujud suatu tas bisa mewakili sang pemilik untuk mengekpresikan identitas pribadinya. Pemilihan bahan, proses pembuatan, model, dan beberapa aspek lainnya menjadikan setiap macam tas memiliki nilai tersendiri dan mutu yang menjadi pembeda. terlebih dari itu, tas bahkan dapat menjadi perhiasan sekaligus sebuah simbol status sosial.

ada dua tas yang saya inginkan sejak saya masih duduk di bangku sma. yang pertama adalah postman bag berbahan canvas dan kulit desain alfred dunhill dan carryall kulit keluaran bally. harga keduanya bisa setara dengan sebuah sepeda motor sport atau mobil bekas 90-an. selama ini, perasaan saya tidak pernah membeli tas dengan harga lebih dari lima lembar uang merah deh. kalau pun ada uang sebanyak itu, tentu saya memiliki beberapa pertimbangan untuk membelinya. pertama, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membeli motor, atau laptop, atau kamera, atau ini, atau itu, atau bahkan bisa menutupi seluruh biaya sisa semester yang harus saya tempuh untuk lulus dan jadi sarjana ditambah kursus ini itu.

sebetulnya ada cara lain untuk memiliki dua tas idaman itu. saya bisa saja memutuskan untuk membeli abalnya. orang bilang kw1. hahaha... tapi sebelum memutuskan, saya memilih untuk melakukan cek dan ricek terlebih dahulu mengenai untung ruginya beli barang palsu.

ada beberapa kasus...

salah satu merek tas yang paling banyak dipalsukan adalah louis vuitton. harga aslinya bisa mencapai puluhan juta rupiah. tapi ada banyak sekali orang yang menenteng beragam tas bermerek ini ke berbagai tempat. dari mulai ibu-ibu istri pejabat ke acara penting di istana negara, tante-tante cantik yang doyan belanja di plaza indonesia, sampai teteh-teteh dengan blush on ketebelan di atas angkot. nah, contoh yang terakhir nih udah ga beres nih. memang sih ini asumsi pribadi, tapi gini ceritanya - waktu itu saya naik angkot di terminal, di dalamnya ada seorang perempuan yang bergaya menor, bahasa tubuhnya sangat menggoda, dan ia menenteng handbag LV. well, harga handbag asli tersebut tidak kurang dari 30 juta rupiah. nah, ga takut kecurian apa di terminal bawa tas 30 juta??? ga usah sama isinya, tasnya aja udah bisa bikin preman tobat malak setaun. mungkin ga sih ada orang membawa benda semahal itu, dipamer-pamer ke semua orang, di terminal, dan naik angkot... ya ya ya. asli ga ya?

contoh lain..

ini kejadian tadi pagi. di kampus ada seorang gadis, gayanya biasa saja, tapi dia menjinjing the-famous-and-legendary-ostrich-birkin-bag keluaran hermes?! haduh, birkin bag seharga ratusan juta rupiah dibawa ke kampus??? ah sudah pasti itu palsu!!! hahaha

nah kalau sekarang saya bawa tas idaman saya ke kampus - dan - naik damri... gak peduli pakai yang asli atau yang palsu pasti tetep aja disangka palsu. percuma lah ya... artinya sebelum beli kedua tas itu harus beli mobil dan rumah mewah dulu... ah lama sekali tidak? hahaha

rasanya saat ini saya memang lebih pas menggunakan tas ransel seratus ribuan ke kampus - dan - naik damri.

adakah kebanggaan menggunakan barang palsu?


Read more...

Asus U6V Bamboo, Notebook Bambu yang Unik

23.42 Reporter: eksentrik artistik 1 Response

"A meal should have meat

"But a house must have bamboo
Without meat, we become thin
without bamboo, we lose serenity and culture itself

(Su Tung Po)


Puisi karya Su Tung Po, penyair dan kaligrafer pada zaman Dinasti Sung di atas dapat menggambarkan betapa bilah-bilah bambu yang tampak sederhana justru menjadi identitas budaya Asia.


Di masyarakat pedesaan Indonesia, bambu memegang peranan penting. Bambu banyak dimanfaatkan berkat kelenturan, daya tahan, serta nilai estetika yang sedap dipandang mata.


Terilhami filosofi bambu, perusahaan computer Asus meluncurkan notebook terbaru, yakni U6V Bamboo Series. Sebuah notebook unik yang menggunakan bahan bambu sebagai lapisan luar, meliputi cover dan bagian alas tangan. Penggunaan bambu pada seri U6V Bamboo Series memang unik dan membuat tampilan notebook terlihat alami serta memberi kesan berbeda saat kita menyentuhnya.



Notebook ini juga diciptakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Pengembangan notebook ini diilhami dari sebuah usaha untuk mempertahankan bumi dalam skala kecil, karenanya U6V didesain dan diproduksi dengan bahan organik dengan wangi yang menyegarkan, dan keindahan bambu yang minimalis. Material bambu juga tersedia di alam bebas dalam jumlah yang melimpah. Bambu dapat melakukan regenerasi selama masa panen tanpa mengharuskan penanaman kembali, sehingga sangat mungkin mendapatkan bambu setiap saat tanpa perlu khawatir merusak alam.


Keputusan penggunaan bambu juga dapat dikatakan sebagai penemuan yang brilian. Notebook U6V memiliki daya tahan tinggi, yang telah dibuktikan dengan ujicoba ketahanan dalam kondisi salju di Qomolangma Peak pada ketinggian 8.848 m.


Versi Bambu ini diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga belum jelas apakah akan dijual massal di Indonesia. Walaupun begitu siapa pun akan tertarik dengan desain casing bambu dengan padanan material almunium yang kuat sehingga menampilkan citra produk berteknologi modern nan alami. U6V Bamboo Series berhasil meraih penghargaan Best of Adventure Gear dari majalah National Geographic berkat desain yang unik ini,

Fasilitas dan kemampuan U6V Bamboo cukup lengkap. Notebook ini menyediakan koneksi HDMI dan eksternal SATA yang umumnya muncul pada kelas multimedia. Sayangnya, modem dial-up dan modem koneksi 3G masih bersifat opsional meski slotnya sudah tersedia.

Notebook ini juga dilengkapi dengan fingerprint untuk keamanan pengguna. Salah satu fasilitas canggih lainnya adalah sistem pengenalan wajah yang disebut SmartLogon di mana notebook akan mendeteksi wajah pengguna melalui Webcam. Software Virtual Camera yang tersedia di dalamnya juga dapat melakukan video conference dengan beberapa pengguna sekaligus.


U6V Bamboo dapat memanjakan penggunanya dengan kekuatan desain dan kemampuan mobilitas tinggi yang bisa dibanggakan. Salah satu kelemahannya terletak pada daya batere yang kurang awet.

Spesifikasi ASUS U6V BAMBOO SERIES

Prosesor : Intel Core 2 Duo P8600 (2,4GHz, 3MB cache, FSB 1066MHz)

RAM : 3GB, DDR2 800MHz (Dual-Channel)

Chipset : Intel PM45 (Cantiga)

Kartu Grafis : nVidia GeForce 9300M GS 256MB

Harddisk : 250GB SATA II

Optical drive : DVD±R DL

Fasilitas : Wi-Fi, Bluetooth, LAN, modem, card reader (4-in-1), 3 USB, HDMI, eSATA, Webcam, Express Card, Express Card, VGA-out.

Layar : 12,4”, resolusi 1280x800 pixel

Kartu suara : Realtek HD-Audio

Batere : 4800mAh

Dimensi : 30,2x22,6x(2,2-3,3) cm

Bobot : 1,6kg

Garansi : 2 tahun

Situs Web : www.asus.com


Read more...