AKU CINTA INDONESIA
I LOVE INDONESIA
AKU CINTA INDONESIA
I LOVE INDONESIA

Gubernur Jawa Barat Bicara Soal Kota Kesenian

Ahmad Heryawan dan tanggapannya terhadap seniman yang tak memiliki tempat di rumahnya sendiri - Bandung
IMAGE-TITLE-HERE

Mainan Santika Syaravina

Gadis belia yang mencintai dunia fotografi. Ia membuat karya kriya menggunakan isi roll film seluloid. Unik dan menarik...
IMAGE-TITLE-HERE

Ioannis Dimitrousis dan Dunianya

Seorang desainer Yunani yang besar di Inggris, inspirasi bagi muda-mudi kreatif di Indonesia
IMAGE-TITLE-HERE

Titik Api - Titik yang Membakar Semangat Berkarya

Sebuah pergelaran yang melanjutkan semangat berkarya Almarhum Harry Roesli
IMAGE-TITLE-HERE

Kampanye Cinta Bangsa

Kampanye Cinta Bangsa


Asli Indonesia

Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya, bukan batik saja...

Kain Songket Indonesia Asli!


Aku Cinta Indonesia

Sebagai anak Indonesia, aku bangga menggunakan produk buatan tanah air!

Hidup Indonesia!

Internet. Media Massa atau Bukan?

06.55 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Apa Itu Internet?

Internet disusun atas dua kata, inter dan network. Internet merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai situs, baik akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.

Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.

Bagaimana Sejarah Internet?

Cikal bakal jaringan Internet yang kita kenal saat ini pertama kali dikembangkan tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency). ARPAnet dibangun dengan sasaran untuk membuat suatu jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.

Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Sesudahnya, internet mulai digunakan untuk kepentingan akademis dengan menghubungkan beberapa perguruan tinggi, masing-masing UCLA, University of California at Santa Barbara, University of Utah, dan Stanford Research Institute. Ini disusul dengan dibukanya layanan Usenet dan Bitnet yang memungkinkan internet diakses melalui sarana komputer pribadi (PC). Berkutnya, protokol standar TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982, disusul dengan penggunaan sistem DNS (Domain Name Service) pada 1984.

Di tahun 1986 lahir National Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset. NSFNET kemudian mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika hingga pada bulan Maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung kedalam jaringan ini.

Pada awalnya, internet hanya menawarkan layanan berbasis teks, meliputi remote access, email/messaging, maupun diskusi melalui newsgroup (Usenet). Layanan berbasis grafis seperti World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada. Yang ada hanyalah layanan yang disebut Gopher yang dalam beberapa hal mirip seperti web yang kita kenal saat ini, kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks. Kemajuan berarti dicapai pada tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat oleh Tim Berners-Lee. Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Tentu saja web browser yang pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser modern yang kita gunakan saat ini.

Terobosan berarti lainnya terjadi pada 1993 ketika InterNIC didirikan untuk menjalankan layanan pendaftaran domain. Bersamaan dengan itu, Gedung Putih (White House) mulai online di Internet dan pemerintah Amerika Serikat meloloskan National Information Infrastructure Act. Penggunaan internet secara komersial dimulai pada 1994 dipelopori oleh perusahaan Pizza Hut, dan Internet Banking pertama kali diaplikasikan oleh First Virtual. Setahun kemudian, Compuserve, America Online, dan Prodigy mulai memberikan layanan akses ke Internet bagi masyarakat umum.

Sementara itu, kita di Indonesia baru bisa menikmati layanan Internet komersial pada sekitar tahun 1994. Sebelumnya, beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia telah terlebih dahulu tersambung dengan jaringan internet melalui gateway yang menghubungkan universitas dengan network di luar negeri.

Apakah internet merupakan salah satu jenis media massa?

Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami karakteristik media massa.

Apa itu media massa?

Pekerjaan media pada hakikatnya adalah mengkonstruksikan realitas suatu fakta atau peristiwa yang dipilihnya. Karena sifat dan faktanya, bahwa pekerjaan media massa adalah menceriterakan peristiwa-peristiwa, maka seluruh isi media adalah realitas yang telah dikonstruksikan. Isi media pada hakikatnya adalah hasil dari rekonstruksi realitas dengan bahasa sebagai perangkat dasarnya, sedangkan bahasa bukan saja alat untuk merepresentasikan realitas, namun juga bisa menentukan relief seperti apa yang akan diciptakan oleh bahasa tentang realitas tersebut (Sobur, 2002:88)

Media massa merupakan singkatan dari media komunikasi massa, merupakan channel of mass communication, yaitu saluran, alat, atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa. Dalam buku Mengamati Fenomena Citizen Journalism, Dida Dirgahayu, S.Sos mengungkapkan karakteristik komunikasi massa yang meliputi beberapa hal, yaitu :
1. Komunikatornya melembaga, berbicara mewakili lembaga (media massa), bukan atas nama dirinya sendiri.
2. Pesan bersifat umum karena dikonsumsi untuk orang banyak yang heterogen.
3. Menimbulkan keserempakan.
4. Serentak penerimaan oleh massa. Media yang menjadi saluran komunikasi diterima pada saat yang sama oleh public.

5. Berlangsung satu arah, yaitu komunikator kepada komunikan.


Karakteristik media massa meliputi publisitas, yaitu disebarluaskan kepada khalayak. Universalitas, pesannya bersifat umum. Periodesitas, tetap atau berkala. Kontinuitas, berkesinambungan. Aktualitas, berisi hal-hal baru. Bentuk-bentuk media massa sebagai mainstream media adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Dimanakah posisi internet?

Massa adalah masyarakat luas yang heterogen, tetapi saling bergantung satu sama lain. Ketergantungan antarmassa menjadi penyebab lahirnya media yang mampu menyalurkan hasrat, gagasan, kepentingan masing-masing agar diketahui dan dipahami orang lain. Penyaluran hasrat, gagasan, dan kepentingan tersebut dinamai ‘pesan’. Dengan demikian, pada hakikatnya media massa adalah media saling-silang pesan antarmassa.

Fungsi media massa adalah tugas khusus yang dibebankan pada media massa. Disebutkan 4 fungsi media massa yaitu fungsi penyalur informasi, fungsi mendidik, fungsi menghibur, dan fungsi memperngaruhi. Keempat fungsi tersebut melekat dalam media massa secara utuh, dalam arti harus dilaksanakan secara bersama-sama, tidak boleh mengutamakan satu atau dua fungsi tapi mengabaikan fungsi-fungsi lainnya.

Dengan demikian, fungsi media massa seseungguhnya hanya satu fungsi namun dipilah-pilah menjadi empat fungsi; dengan kata lain fungsi media massa adalah four in one function.

Karakteristik media massa adalah ciri khas media massa yang meliputi watak, sifat, reputasi, dan ketokohan media massa. Secara umum karakteristik media massa sama. Artinya, jika tidak memiliki ciri-ciri khas sebagaimana yang ‘diberikan’ kepada media massa, maka bukan media massa.

Agar tidak sama dengan media lainnya yang telah dan masih digunakan oleh manusia, maka media massa diberi ciri-ciri khusus yang disebut sebagai ‘karakteristik media massa’.

Untuk sementara ini media massa digolongkan ke dalam media massa cetak berupa suratkabar, majalah, tabloid, dan media media massa elektronik yang terdiri atas radio dan televisi. Dikatakan sementara karena wacana teoritik masih demikian, sementara itu berkembang apa yang disebut CD-ROM, sistem komputer multimedia sampai personal digital assistant dan internet yang entah kapan kelak boleh jadi masuk dalam keluarga besar media komunikasi massa.

Melihat perkembangan dunia maya, tidak mustahil jika hal tersebut dapat menjadi anggota dari media massa. Di tahun 1990, Roger Fidler seorang pakar media komunikasi dan koordinator Design Laboratory pada Kent State University School of Journalism and Mass Communication di Ohio, AS memperkenalkan istilah ‘mediamorphosis’ (perubahan media). Ia mengatakan bahwa transformasi media komunikasi biasanya sebagai akibat dari interplay rumit dan kebutuhan-kebutuhan yang dibayangkan tekanan-tekanan kompetitif dan politis, dan inovasi-inovasi sosial dan teknologis.

Sebenarnya mediamorfosis tidak sekadar lahirnya media massa baru, melainkan juga perubahan-perubahan teknologi dan isi pada media massa yang sudah ada. Dengan demikian, kita percaya bahwa kelak “dunia maya” akan menjadi “dunia nyata” karena menjadi salah satu media massa. Namun, penulis buku ini sementara belum memasukkan “dunia maya” sebagai media massa.

Dalam buku Media Massa : Antara Relitas dan Mimpi Oleh Prof. Dr. H. Sam Abede Pareno, MM secara umum media massa memiliki karakteristik, yaitu:

1. Komunikatornya melembaga
2. Pesannya serempak
3. Komunikannya heterogen
4. Umpan baliknya tertunda

Karakteristik umum tersebut terdapat pada suratkabar, majalah, tabloid, radio, dan televisi. Bagaimana dengan internet? Keempat karakteristik itu melekat pada media massa, artinya jika tidak memenuhi karakteristik tersebut bukan media massa. Jika salah satu karakteristik tidak terpenuhi, maka bukan media massa namanya. Namun secara khusus masing-masing media massa memiliki karakteristik tersendiri.

Sementara itu, Elvinaro Ardianto memaparkan delapam karakteristik media massa:

1. komunikator terlembagakan,
2. pesan bersifat umum,
3. komunikannya anonim dan heterogen,
4. media massa menimbulkan keserempakan,
5. komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan,
6. komunikasi bersifat satu arah,
7. stimulasi alat indra terbatas, dan
8. umpan balik tertunda dan tidak langsung.

Dari karakteristik karakteristik tersebut kita dapat mempertimbangkan apakah internet tergolong ke dalam media massa atau tidak....

Kita harus kembali memberikan pemaknaan yang tepat terhadap kata internet. Seperti yang telah diruaikan diatas, internet adalah sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai situs. Situs inilah yang kemudian dapat berperan sebagai media massa.

Sejumlah situs memang mengkhususkan diri sebagai situs media massa atau ada juga media massa yang membuat situs. Di tanah air, situs yang mengkhususkan diri sebagai situs media massa salah satunya adalah detik.com. Sementara itu, sejumlah media massa lokal juga membuat situs pada jaringan internet agar khalayak dapat mengakses informasi dengan lebih mudah tanpa terhambat jarak dan waktu. Dua diantaranya adalah kompas.com dan liputan6.com.

Konsep media massa dengan format situs jaringan internet ini tentunya memenuhi karakteristik umum media massa baik menurut Prof. Dr. H. Sam Abede Pareno, MM maupun menurut Elvinaro Ardianto. Begitu pun dengan fungsi-fungsi yang bisa dijalankan oleh situs internet untuk menyalurkan informasi, mendidik, menghibur, dan memperngaruhi.

Yang perlu diingat adalah, tidak semua situs yang terdapat pada jaringan internet merupakan media massa. Ada beberapa situs yang hanya bermanfaat jika diakses secara pribadi atau kelompok tertentu.

Selain dari media massa dalam format situs, ada pula informasi yang dapat diakses khalayak melalui salah satu jenis situs yang dikenal dengan istilah blog.

Blog adalah satu tempat yang dapat digunakan untuk mengekspresikan diri. Blog pada dasarnya merupakan sebuah website juga. Website seperti kita tahu adalah satu lembaran informasi yang ada di internet. Jadi ketika kita masuk ke internet, misalnya membaca surat kabar atau salah satu informasi departemen pemerintah atau perusahaan, itu yang kita sebut dengan website. Weblog atau blog adalah versi mutakhir dari web.

Blog sudah mulai diakomodasi di beberapa media utama di Indonesia tetapi memang belum seperti di luar negeri. Blog baru pada tingkat memberi tempat pemberitaan mengenai blog, memberi tempat kepada para blogger untuk menulis disitu.

Berkembangnya blog secara pesat menjadi media komunikasi yang interaktif karena didukung oleh mudahnya akses para pengguna kepada fasilitas penyedia blog (seperti blogger, blogspirit, multiply dll), mudahnya pengelolaan blog, bahkan oleh orang awam sekalipun. Adanya fasilitas kolom komentar pada setiap artikel memungkinkan penulis blog berinteraksi langsung dengan pembaca setia blognya.

Nah, apakah blog termasuk ke dalam media massa? Merujuk pada karakteristik media massa yang menyatakan bahwa komunikator media massa haruslah terlembaga, blog justru dapat dioperasikan oleh individu yang terbebas dari lembaga apa pun. Dengan demikian blog tidaklah termasuk ke dalam kategori media massa. Blog adalah alternatif bagi khalayak untuk mendapatkan informasi yang mungkin saja luput dari perhatian media massa.

Jadi apakah internet merupakan media massa? Jawabannya adalah bukan, namun internet mampu memuat media massa.

sumber :

Media Massa : Antara Relitas dan Mimpi
Oleh Prof. Dr. H. Sam Abede Pareno, MM
Papyrus, 2005

Mengamati Fenomena Citizen Journalism
Oleh Septiawan Santana K, Dandi Supriadi, Haryati, dkk
Simbiosa, Bandung, 2007

Komunikasi Massa
Oleh Elvinaro Ardianto, dkk
Simbiosa, Bandung, 2007




Read more...

Reaksi: