AKU CINTA INDONESIA
I LOVE INDONESIA
AKU CINTA INDONESIA
I LOVE INDONESIA

Gubernur Jawa Barat Bicara Soal Kota Kesenian

Ahmad Heryawan dan tanggapannya terhadap seniman yang tak memiliki tempat di rumahnya sendiri - Bandung
IMAGE-TITLE-HERE

Mainan Santika Syaravina

Gadis belia yang mencintai dunia fotografi. Ia membuat karya kriya menggunakan isi roll film seluloid. Unik dan menarik...
IMAGE-TITLE-HERE

Ioannis Dimitrousis dan Dunianya

Seorang desainer Yunani yang besar di Inggris, inspirasi bagi muda-mudi kreatif di Indonesia
IMAGE-TITLE-HERE

Titik Api - Titik yang Membakar Semangat Berkarya

Sebuah pergelaran yang melanjutkan semangat berkarya Almarhum Harry Roesli
IMAGE-TITLE-HERE

Kampanye Cinta Bangsa

Kampanye Cinta Bangsa


Asli Indonesia

Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya, bukan batik saja...

Kain Songket Indonesia Asli!


Aku Cinta Indonesia

Sebagai anak Indonesia, aku bangga menggunakan produk buatan tanah air!

Hidup Indonesia!

Ahmad Heryawan, "Harus Ada Tempat Bagi Seniman di Kotanya Sendiri"

21.25 Reporter: eksentrik artistik 11 Responses


Betulkah Bandung kota seniman?

Adakah tempat bagi seniman untuk berekspresi?

Adakah ruang publik untuk mengapresiasi karya seni?



Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, merupakan salah satu tamu undangan istimewa dalam pergelaran Titik Api yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha, Jumat, 5 Juni 2009 yang lalu.

Setelah kegiatan itu berlangsung secara meriah, secara spontan perwakilan Yayasan Harry Roesli, Aat Suratin memanggil Gubernur untuk turut tampil ke atas pentas. "Ya, ini spontan saja ya, sekarang di sini sedang ada orang paling penting di Jawa Barat, nah kita dengarkan bagaimana tanggapannya terhadap nasib kesenian ya..." ujar Aat yang kemudian diikuti oleh tepuk tangan penonton mengiringi langkah Ahmad Heryawan ke atas paggung.

"Ya, semangat Harry Roesli ini memang harus kita jaga ya. Karena kesenian merupakan salah satu alat untuk menyampaikan kebenaran. Kesenian dan kebenaran itu sejatinya beriringan. Jangan sampai apa yang tidak benar jadi dibenarkan atas nama seni. Dengan adanya kreasi kita dapat membuat hal yang benar menjadi menarik dan mudah untuk di terima," papar Ahmad Heryawan.

Ahmad Heryawan kemudian memunculkan sebuah pernyataan yang membuat ribuan pengunjung Sabuga malam itu menjadi berguruh, "Nah, sekarang masalahnya, kota ini banyak melahirkan seniman besar seperti Harry Roesli. Tapi di kota yang katanya pabrik seniman, ini justru tidak ada tempat untuk menampilkan karya-karyanya...". "Nah, itu dia pak..." celetuk Aat. "Maka dari itu, sekarang kita cari dimana tempat yang cocok... kita dirikan sebuah tempat sebagai wadah bagi para seniman untuk menumpahkan ekspresinya agar masyarakat dapat mengapresiasi", lanjut Ahmad Heryawan yang disusul gemuruh tepuk tangan pengunjung.

Ya, kita nantikan saja... semoga apa yang Gubernur Jawa Barat sampaikan dapat dibuktikannya, dengan demikian peluang kesenian dan tradisi untuk terus berkembang semakin terbuka lebar.

Read more...

Reaksi: 

Titik Api - Titik yang Membakar Semangat Berkarya

20.45 Reporter: eksentrik artistik 6 Responses


Titik Api
...dalam ketulusan hati / da-mi-na
tangga nada karawitan Sunda / dimiliki semua orang /
namun sayangnya. kemudian/
dijadikan perbantahan



"Jangan matikan lampu di meja kerja saya...", itulah salah satu pesan terakhir Almarhum Harry Roesly yang wafat di tahun 2004. Semangat berkarya yang tak pernah padam adalah esensi dari pesan tersebut.

Dan kecintaan Harry terhadap seni kini menggelora di jiwa orang-orang yang dekat dengannya - mengenalnya - atau bahkan penikmat karyanya. Pada tanggal 5 Juni 2009, Sasana Budaya Ganesha dipenuhi oleh ribuan undangan yang akan menyaksikan sebuah pergelaran bertajuk Titik Api.

Titik Api adalah sebuah pertunjukkan yang memadukan olah musik dan tari dalam konsep teaterikal yang memukau. Kegiatan ini dibuka oleh putra sulung Harry - La Yala Krisna Patria Roesli dengan membunyikan sebuah rekaman suara asli Almarhum tentang hidup. Rekaman tersebut diputar pada sebuah player usang di atas meja kerja Almarhum lengkap dengan lampu kerja yang tak pernah dimatikan itu.

Setelah itu satu demi satu pengisi acara tampil ke atas pentas, menggemakan semangat berkarya yang berkobar. Candil yang memiliki suara melengking yang khas membuka pertunjukkan dengan megah. Dilanjutkan oleh Ipang BIP yang masuk ke arena dengan menaiki motor besar. Selanjutnya, penyanyi Netta, Dira, serta Trie Utami dan Purwacaraka tampil membawakan karya-karya Harry Roesly. Selain itu ada pula gitaris blues handal Rama Jaque Mate. Salah seorang pengunjung, Adessa Suriadinata (20) berkomentar, "Permainan musik Rama itu sangat keren...". Tania Kardin (20) menambahkan, "Mainnya memang selalu memesona, bahkan biasanya Rama sampai banting gitar di akhir penampilannya... tapi sekarang kok ga dibanting ya... " ujarnya sambil tertawa ringan.

Tampil pula seniman didikan Harry Roesly yang telah melanglang buana, Arry Juliant. Bersama sejumlah anak didik RMHR - Rumah Musik Hari Roesly - Ia mempersembahkan sesuatu yang unik; perpaduan suara air mengalir, suara burung, dan alunan musik yang harmonis, serta lirik yang menggelitik, "Indonesia tanah airku.. tanah bayar... air juga bayar..."

Pertunjukan berlangsung selama 3 jam, berakhir pada 23.00 WIB. Lagu "Janganlah Menangis Indonesia" menjadi lagu ketigabelas yang dinyanyikan seluruh pengisi acara sebagai penutup acara ini. Sebuah titik api yang menyulut semangat berkarya di kemudian hari.

Read more...

Reaksi: 

her gloomy, lovely, little macabre voice : stina nordenstam

13.27 Reporter: eksentrik artistik 5 Responses

“I see myself as more of an artist than a music artist. Music is something I just happen to be good at.”
(Stina Nordenstam)

Saya selalu tertarik dengan hal-hal eksentrik. Yang terlihat berbeda, yang terasa berbeda, yang terdengar berbeda. Sebuah peralihan dari hal-hal yang terlihat, terasa, atau terdengar monoton.
Since music is my biggest lust, maka saya akan memberikan penyegaran baru untuk telinga hari ini. Jadi inilah dia, a couple years ago I heard this eccentric delicate music. Sebuah musik lama yang saking saya suka, sampai-sampai diulas dalam blog ini.
Pada awalnya saya tidak tahu siapa penyanyi dan judul lagunya. Saya mendengarnya dari sebuah kaset yang didapat dalam kotak di gudang rumah saya. Sebuah kaset berdebu tanpa cover. Yang saya tahu, tercetak tulisan berjudul “Romeo + Juliet Soundtrack” di permukaan kaset itu.

Karena tertarik terhadap suara childish ditambah musik yang berpadu dengan suara choir gereja, akhirnya saya mencari tahu siapa sosok dibelakang suara yang saya kagumi. That gloomy, lovely, little macabre voice. Suara romantis yang kadang membuat merinding dengan tiba-tiba.

Then I found it, “Little Star”, song by a Swedish girl named Kristina Marianne Nordenstam. Tidak banyak yang mengetahui tentang dirinya. Stina dikenal sebagai seorang penyendiri. Lebih memilih untuk menyebut dirinya sebagai seorang seniman daripada seorang penyanyi. Jadi dia membuat sebuah pilihan : opting not to play live and rarely giving interviews.
Bahkan dia menutupi penampilan aslinya menggunakan wig dan make-up untuk pemotretan cover album dan majalah, sehingga tidak banyak yang mengetahui “the real her”. Walaupun begitu bisikan halus Stina Nordenstam yang sukar dipahami mampu mengangkat rahasia berat menjadi sebuah nyanyian.
Saya kemudian beranjak mendengarkan Purple Rain, Dynamite, Keen Yellow Planet, dan belasan bahkan puluhan lagu lainnya. Musiknya selalu dibanding-bandingkan dengan musik wanita Icelandic, Bjork, tanpa elemen elektroniknya.

HER ECCENTRIC VOICE. Inilah yang membuat saya tertarik dan terus mencari tahu tentang sosok Stina Nordenstam. Suara childishnya menghamburkan aroma depresi. Terkadang bisa membuat merinding di tengah-tengah keromantisan, murung di tengah anarki, atau bernafsu di dalam keduanya. Hard to explain, you can hear and compare it by your self. Skak Mat!

Albums :


Read more...

Reaksi: 

LookBook, Adu Gaya di Dunia Maya

20.25 Reporter: eksentrik artistik 10 Responses




Selamat datang di era digital dunia mode dan gaya. Sambutlah sebuah website yang akan memperluas khazanah gaya anda - LookBook.nu dengan tagline collective fashion consciousness. Pada situs ini anda akan menemukan beragam penampilan gaya dari pria dan wanita di seluruh penjuru dunia.

Saat anda memasuki situs ini, anda akan disambut dengan halaman "hot". Disana anda dapat melihat kumpulan pria dan wanita paling gaya sedunia berdasarkan voting harian yang dilakukan oleh pengguna LookBook. Pengguna LookBook dapat memberikan suara pada siapa pun yang disukai gayanya dengan mengklik panel "hype". Semakin banyak "hype" yang diperoleh seseorang maka ia akan semakin "hot".

Selain halaman "hot", ada pula halaman "new" yang memuat postingan gaya terbaru, serta halaman "top" yang memuat peringkat "hype" setiap minggunya.

LookBook merupakan sebuah website jejaring sosial yang diciptakan bagi para pecinta fesyen untuk bertukar ide dan konsep dalam hal penampilan. Namun LookBook tidak seperti Facebook, meskipun termasuk ke dalam kategori website jejaring sosial bukan berarti yang tidak memiliki akun tidak bisa menikmatinya. Hanya saja untuk mendapatkan keanggotaan - agar anda dapat membuat posting - anda harus mendapatkan undangan dari pengguna LookBook yang terdahulu. Mungkin hal ini dilakukan oleh admin LookBook agar situs ini terjaga eksklusifitasnya.

Read more...

Reaksi: 

Dunia Ioannis Dimitrousis

20.03 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses




Read more...

Reaksi: 

Do It Yourself Project - SYR by Santika Syaravina

20.01 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Kamera

Karya

Kriya

dia

SYARA!



Diana. Itulah nama kamera kesayangannya. Sebuah kamera yang diproduksi di Rusia oleh sebuah perusahaan bernama Lomo. Santika Syaravina yang akrab disapa Syara sangat mencintai fotografi. Ia banyak berkesprimen dengan berbagai alat untuk mengabadikan suatu momen. Selain menggunakan kamera analog, Syara bermain pula dengan kamera sederhana yang berbahaknkan kaleng dan dilubangi sebesar lubang jarum - pinhole camera.

Kecintaan Syara terhadap dunia fotografi memberinya sebuah ilham dalam mengahsilkan karya kerajinan tangan. Ia memotong-melipat-menggulung roll film seluloid 135 mm dan 120 mm menjadi beberapa benda yang unik; corsage pada tas, kalung, aksesori topi fedora, bahkan kaca mata yang bergaya lady gaga - penyanyi techno pop Amerika.

Warna-warna yang dipilihnya pun mewakili warna yang melekat pada tubuh Diana - kamera kesayangannya itu. Iya yakin bahwa desain ini memiliki daya pakai yang tinggi, "Karya saya ini mewakili anak masa kini yang tinggal di kota besar. Terinspirasi dari budaya urban yang prkatis dan sederhana namun tetap memiliki daya tarik yang kuat."

Kreativitas Syara dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa untuk membuat sesuatu yang menarik itu dapat kita mulai dari hal yang dekat dengan kita. Apa hobi anda? Kembangkan itu dan jadilah sesuatu untuk bangsa! Let's Do It Yourself!!!

Read more...

Reaksi: 

Pameran TPB - Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

19.59 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses



Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB tampaknya terus berusaha untuk tampil sebagai institusi pendidikan seni terbaik di Indonesia - terbukti dengan gelaran demi gelaran pameran yang tak ada hentinya.

Setelah menyelenggarakan Pameran Jurusan Kriya beberapa hari sebelumnya, pada 2-3 Juni 2009 FSRD ITB kembali mempersebahkan sebuah pameran seni rupa bertajuk Pameran TPB FSRD 2008 di Gedung Serbaguna Kampus Ganesha ini. Ya, sebuah ajang bagi mahasiswa FSRD angkatan 2008 untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya sepanjang satu tahun pertama di masa Tahap Persiapan Bersama (TPB) sebelum melanjutkan pendidikan berikutnya di jurusan yang mereka pilih.

Karya yang ditampilkan meliputi karya nirmana dua dimensi yang berbahan kertas dan pewarna serta tiga dimensi yang menggunakan material sedotan, kawat, serta gips. Sebanyak 200 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini.

Kendati karya yang ditampilkan cukup memanjakan mata, sslah seorang pengunjung, Emeraldi, Mahasiswa Desain Produk ITB angkatan 2007 menyayangkan perubahan konsep karya nirmana dua dimensi, "Sayang sekali, karya nirmana dua dimensinya itu olah awalnya menggunakan komputer, berbeda dengan angkatan saya tahun lalu. Memang menarik tapi yaa sayang saja... ada unsur 'pengasah skill' yang hilang. Terlepas dari itu karya tiga dimensi teman-teman sudah oke."

Pada hari kedua, diadakan pula sebuah talkshow bertajuk "Siapa Takut? Siapa Berani?" pada pukul 09.00-11.00 WIB. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Talkshow ini merupakan sebuah alternatif untuk menemukan jawaban dari pertnyaan: "Apa yang menanti mahasiswa FSRD di masa yang akan datang?" Primadi Tabrani, guru besar FSRD ITB, serta dua orang alumni FSRD ITB, Albert Yonathan Setyawan (seni keramik) dan Enarldo Tadya Girardi (desain komunikai visual) berbagi pandangan mereka tentang masa depan dunia yang konon berbasiskan bahasa rupa.

Read more...

Reaksi: 

Ekspresi Air Warna-warni

08.33 Reporter: eksentrik artistik 2 Responses
Bermain dengan air dan kertas... Mengulas warna-warni membentuk citra, menuangkan yang tertera dalam imajinasi menjadi nyata. Inilah tiga karya Andika Surasetja -- seorang mahasiswa biasa -- di penghujung tahun 2008. di tengah kejenuhannya menghadapi keseharian yang membosankan. Anda bebas memaknainya sebagai apa. Ini bukan hal penting... hanya sebuah bentuk ekspresi yang bebas... :)

kematian kucing garong

ekspektasi tinggi

diburu waktu


Read more...

Reaksi: 

Nostalgia Karnaval dan Sirkus

23.27 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Benak seorang gadis kecil dipenuhi oleh fancy little things. Imajinasi mereka tidak terlepas dari tetek bengek yang terlihat manis, unik, menarik & berwarna warni. Mereka menyukai hal-hal lucu, mencolok dan kadang terkesan agak norak untuk membangun rasa ketertarikan mereka. Sepupu kecil saya mempunyai hal spesifik mengenai sesuatu yang dapat membangunkan ketertarikannya.

Jika mereka bilang saya sebagai pecandu minuman kopi, maka sepupu kecil saya kecanduan pada hal lain yang dinamakan AROMANIS. Gumpalan mengembang berwarna shocking pink yang rasanya terlalu manis ini akan langsung membuatnya berbinar-binar.

Aromanis tentunya identik dengan perayaan-perayaan megah seperti karnaval atau parade sirkus. Tentu saja karena benda tersebut dapat mudah ditemui dalam acara seperti ini. Hal ini membuat saya sedikit flashback dalam nostalgia karnaval masa kecil.

Berbicara mengenai dunia yang kaya dengan keunikan ini tidak akan ada hentinya bagi saya. Saya memang mempunyai ketertarikan besar terhadap hal tersebut. Imajinasi menuntun saya ke dunia yang penuh dengan keajaiban.

Yang terlintas dalam pikiran adalah pertunjukkan dengan dekor yang megah, penuh warna dan lampu-lampu kecil, make-up mencolok, pertunjukkan binatang, merry-go-round atau bianglala, serta masih banyak hal menawan lainnya.

Diantara semua hal itu, masih ada yang dinamakan sirkus. Sebentuk komunitas, hidup di antara sebuah tenda besar yang dikelilingi mobil-mobil karavan demi sebuah pertunjukan. Biasanya mereka menghibur penonton dengan atraksi-atraksi yang itu-itu saja.

Yang pasti ditampilkan adalah akrobat, pertunjukan binatang, pameran orang-orang aneh, berjalan di atas tali, juggling, sepeda roda satu, atau hiburan-hiburan dari para badut. Sebuah pertunjukkan yang menurut saya membosankan tetapi tetap membawa anak-anak serta orang dewasa ke dalam dunia ajaib, lucu dan puitis. Walaupun membosankan, toh saya tetap menyukainya.



Namun entah mengapa akhir-akhir ini pertunjukkan sirkus dari Indonesia terlihat meredup. Malahan yang saya tahu hanya ada dua grup sirkus cukup ternama dari Indonesia. Holiday Circus dan Oriental Circus. Oriental Circus memang berhasil eksis selama 40 tahun dan disebut sebagai satu-satunya sirkus nasional yang terlengkap, termegah, dan terbesar di Asia Tenggara. Namun tetap saja, ada perbedaan besar dengan negara seperti Perancis yang banyak memiliki grup sirkus keliling.

Saya jadi ingat saat Clothilde Grandguillot, fotografer yang sempat menggelar pameran foto tentang dunia sirkus Indonesia di CCF Jakarta, berasumsi bahwa Indonesia tak punya tradisi sirkus. Di Perancis, sirkus adalah bagian dari kehidupan, tradisi sirkus sangat mengakar, berbeda dengan di Indonesia yang sisi artistiknya masih belum berkembang.


Negara lain seperti Rusia bahkan mempunyai sekolah sirkus sendiri. Semua atraksi dan teknik berakrobat dapat dipelajari dalam sebuah sekolah kejuruan di Rusia yang memang secara khusus memberikan program kejuruan sirkus mulai dari usia sekolah dasar. Di Asia, hanya Cina yang terus mengembangkan sirkus. Termasuk menggabungkan sirkus dengan kungfu. Banyak sekolah sirkus dan seni pertunjukan didirikan di sana karena adanya dukungan pemerintah. Sedangkan di Indonesia, kita bisa lihat sendiri kenyataannya.

Kembali ke nostalgia karnaval masa kecil saya dulu. Bersama keluarga, saya sempat melihat sirkus. Memang tidak seglamour Cirque du Soleil, dan bukan dalam perayaan megah seperti yang ada dalam imajinasi saya tadi. Dari luar tenda-tenda yang dipasang masih sangat sederhana. Kelap kelip lampu tidak seindah seperti yang saya bayangkan. Arena permainan bianglala terlihat agak kusam dan disana sini cat-nya sudah terkelupas.

Alih-alih melodi accordion atau musik-musik sirkus, yang membahana adalah musik dangdut dengan volume yang cukup mengganggu. Atraksi-atraksi yang ditampilkan pun standar saja dengan hiasan make-up seadanya.
Perayaan ini kita kenal dengan nama yang terdengar sedikit lebih kampring. Pasar Malam. Yap, sebuah pasar hiburan malam hari yang menyerap para masyarakat menengah-kebawah berbondong-bondong pergi kesana hanya untuk mencari kesenangan.

Yang biasanya paling ramai dikunjungi adalah rumah hantu dengan efek penerangan buruk dan penampakan yang tidak terlalu mengagetkan. Yang dijual pun bukan aromanis berbentuk gumpalan bola kapas, tapi aromanis berwarna pink yang terlihat seperti jalinan-jalinan rambut yang biasanya dapat dibeli dari penjual mainan keliling.

Walaupun perayaan ini tidak terlalu megah dan semua serba terbatas, namun disana-sini saya melihat pengunjung-pengunjung merasa senang dan nyaman berada dalam pesta kecil ini. Simple, tapi saya juga merasa terhibur berada di dalamnya.


Lalu, kapan pesta kecil ini akan dirayakan kembali?

Read more...

Reaksi: 

Asian Lomography Faces

10.02 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses
Sebuah pameran foto hasil bidikan kamera lomo - dikenal dengan istilah lomografi - bertajuk Asian Lomography Faces, telah diselenggarakan selama sepekan di Kota Kembang. Kegiatan ini merupakan sebuah persembahan dari Lomoranger, komunitas pengguna kamera lomo kota Bandung, dan menampilkan puluhan karya dari sejumlah negara di asia, seperti Thailand, Malaysia, Singapura, India, China, Jepang, dan tentu saja Indonesia.



Pameran ini berlangsung di sebuah ruang rupa bernama Happy-Go-Lucky, Jalan Ciliwung no. 14 Bandung, sejak tanggal 23 hingga 30 Mei 2009. Pada pembukaan kegiatan ini sejumlah band indie, seperti ansaphone dan echolight tampil sebagai pengisi acara.

Pameran ini megusung tema "spread some love with lubitel", menampilkan foto-foto bertemakan cinta yang dibuat dengan kamera tlr berbahan plastik "lubitel". Pada hari terakhir, diadakan kegiatan workshop gratis yang membahas dunia lomografi. Marko salah seorang panitia menyatakan bahwa ini merupakan kegiatan tahunan lomoranger, "Setelah tahun lalu menggelar pameran pertama, kami mencoba untuk yang kedua kalinya dengan konsep yang berbeda sebagai penyegaran... rencananya kami akan kembali menggelar acara seperti ini di tahun depan."

Read more...

Reaksi: 

Abu-abu Kain Batik

23.45 Reporter: eksentrik artistik 1 Response
Batik adalah salah satu warisan budaya bangsa yang bernilai tinggi. Di balik sehelai kain batik terdapat makna yang tersirat melalui simbol-simbol tertentu. Beberapa waktu lalu, batik sempat muncul sebagai trend. Batik yang tadinya hanya dapat kita temui ketika berada di undangan atau acara-acara formal lainnya, sempat berseliweran di berbagai waktu dan kesempatan. Batik yang tadinya hanya terlihat pantas di tubuh orang dewasa pun nampak baik-baik saja dikenakan oleh remaja dan anak-anak. Seharusnya kita bangga pada keadaan tersebut, dimana setiap orang mengenakan batik. Tapi adakah itu datang sebagai panggilan jiwa? Atau sekedar trend yang ’numpang lewat’?

Ketika trend terseb
ut melanda, batik tidak dikenakan dengan kesadaran – bahwa batik merupakan budaya yang harus dilestarikan dengan cara kita mengenakannya. Batik muncul sebagai trend yang identik dengan konsumsi massa yang berlangsung dalam tempo singkat. Batik pun akhirnya benar-benar numpang lewat, rasanya kita pun sekarang akan jengah saat berjalan-jalan menghabiskan malam minggu dan menemukan orang mengenakan batik, ”mau kemana sih?” Batik pun kembali ke undangan... menjadi bahan sandang yang hanya pantas dikenakan di acara formal.

Cara cerdas mungkin dilakukan oleh seorang perancang mode muda, Lenny Agustine. Pada pertengahan tahun 2008 lalu, Lenny Agustine memproklamasikan keberadaan brand barunya, Lenor. Lenor merupakan suatu karya farshion yang berdaya pakai tinggi dan mampu mencuri perhatian orang-orang. Pola, warna, dan motif yang atraktif berpadu dalam harmonisasi yang diciptakan oleh Lenny.



Lenny mengombinasikan material bermotif geometris yang dipadukan dengan beraneka jenis dan corak kain dari berbagai belahan Indonesia. Songket, batik, dan tenun ikat terlihat menjadi lebih hidup ketika Lenny tabrakkan pada motif garis-garis, segitiga, atau kotak-kotak. Idenya segar, karyanya ini merupakan salah satu jalan untuk menyelamatkan batik untuk tidak benar-benar kembali ke acara undangan semata.


Batik adalah tentang identitas, sejauh mana anda ingin menampilkan apa yang ada dalam diri anda. Apakah anda akan menempatkan batik sebagai korban atau juara, semua bergantung pada pilihan anda... Anda perlu memilih antara hitam atau putih. Sampai kapan batik akan menjadi abu-abu?

Adalah tanggung jawab bangsa ini untuk menjaga dan menunjukan pada dunia:
bahwa batik milik kita dan kita bangga karenanya!







Read more...

Reaksi: 

A Journey of a Daydreamer – An Image Analysis Exhibition

22.19 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Mahasiswa kriya tekstil ITB 2007 menyelenggarakan event bertajuk A Journey of Daydreamer, sebuah pameran produk kriya yang mempertunjukan kemampiawaian mahasiswa dalam melakukan image analysis. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 26 dan 27 Mei 2009 di area Campus Center Barat ITB, Jalan Ganesha – Bandung.

Setiap rangkaian produk yang ditampilkan mengusung satu tema yang kemudian menjadi dasar dalam proses perancangan, pemilihan bahan, hingga penentuan kemasan sehingga memiliki identitas yang khas dan kuat.

Selain pameran karya mahasiswa, panitia juga menyelenggarakan bedah buku “After Ten Years Friends Call Us Unkle” oleh Dendy Darman, pemilik clothing company 347. Kegiatan bedah buku ini dimulai pada pukul 10 pagi dan membahas buku yang berisikan kumpulan ide dan desain kreatif untuk produk 347 yang terkenal bernilai kreasi tinggi itu.

Pada hari kedua, pengunjung pameran juga dihibur dengan sebuah performa akustik dari Jodi In The Morning Glory Parade pada jam 1 siang,

Selama pameran berlangsung diadakan pula pemutaran rangkaian video karya Kriya Tekstil 2007 yang tertata apik dengan iringan musik harmonis.

Salut untuk kriya tekstil ITB 2007.


Read more...

Reaksi: 

Bags Talk

09.37 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

tas. sebuah benda untuk menampung berbagai benda lainnya agar lebih praktis dibawa.


dulu saya hanya mengenal dua jenis tas. tas selempang dan tas ransel. keduanya adalah untuk bersekolah. tapi perlahan-lahan saya memahami... bahwa tas tidak hanya sekedar alat yang mempermudah mobilitas manusia. ada banyak aspek lain yang dimiliki suatu tas. wujud suatu tas bisa mewakili sang pemilik untuk mengekpresikan identitas pribadinya. Pemilihan bahan, proses pembuatan, model, dan beberapa aspek lainnya menjadikan setiap macam tas memiliki nilai tersendiri dan mutu yang menjadi pembeda. terlebih dari itu, tas bahkan dapat menjadi perhiasan sekaligus sebuah simbol status sosial.

ada dua tas yang saya inginkan sejak saya masih duduk di bangku sma. yang pertama adalah postman bag berbahan canvas dan kulit desain alfred dunhill dan carryall kulit keluaran bally. harga keduanya bisa setara dengan sebuah sepeda motor sport atau mobil bekas 90-an. selama ini, perasaan saya tidak pernah membeli tas dengan harga lebih dari lima lembar uang merah deh. kalau pun ada uang sebanyak itu, tentu saya memiliki beberapa pertimbangan untuk membelinya. pertama, uang sebanyak itu bisa digunakan untuk membeli motor, atau laptop, atau kamera, atau ini, atau itu, atau bahkan bisa menutupi seluruh biaya sisa semester yang harus saya tempuh untuk lulus dan jadi sarjana ditambah kursus ini itu.

sebetulnya ada cara lain untuk memiliki dua tas idaman itu. saya bisa saja memutuskan untuk membeli abalnya. orang bilang kw1. hahaha... tapi sebelum memutuskan, saya memilih untuk melakukan cek dan ricek terlebih dahulu mengenai untung ruginya beli barang palsu.

ada beberapa kasus...

salah satu merek tas yang paling banyak dipalsukan adalah louis vuitton. harga aslinya bisa mencapai puluhan juta rupiah. tapi ada banyak sekali orang yang menenteng beragam tas bermerek ini ke berbagai tempat. dari mulai ibu-ibu istri pejabat ke acara penting di istana negara, tante-tante cantik yang doyan belanja di plaza indonesia, sampai teteh-teteh dengan blush on ketebelan di atas angkot. nah, contoh yang terakhir nih udah ga beres nih. memang sih ini asumsi pribadi, tapi gini ceritanya - waktu itu saya naik angkot di terminal, di dalamnya ada seorang perempuan yang bergaya menor, bahasa tubuhnya sangat menggoda, dan ia menenteng handbag LV. well, harga handbag asli tersebut tidak kurang dari 30 juta rupiah. nah, ga takut kecurian apa di terminal bawa tas 30 juta??? ga usah sama isinya, tasnya aja udah bisa bikin preman tobat malak setaun. mungkin ga sih ada orang membawa benda semahal itu, dipamer-pamer ke semua orang, di terminal, dan naik angkot... ya ya ya. asli ga ya?

contoh lain..

ini kejadian tadi pagi. di kampus ada seorang gadis, gayanya biasa saja, tapi dia menjinjing the-famous-and-legendary-ostrich-birkin-bag keluaran hermes?! haduh, birkin bag seharga ratusan juta rupiah dibawa ke kampus??? ah sudah pasti itu palsu!!! hahaha

nah kalau sekarang saya bawa tas idaman saya ke kampus - dan - naik damri... gak peduli pakai yang asli atau yang palsu pasti tetep aja disangka palsu. percuma lah ya... artinya sebelum beli kedua tas itu harus beli mobil dan rumah mewah dulu... ah lama sekali tidak? hahaha

rasanya saat ini saya memang lebih pas menggunakan tas ransel seratus ribuan ke kampus - dan - naik damri.

adakah kebanggaan menggunakan barang palsu?


Read more...

Reaksi: 

Asus U6V Bamboo, Notebook Bambu yang Unik

23.42 Reporter: eksentrik artistik 1 Response

"A meal should have meat

"But a house must have bamboo
Without meat, we become thin
without bamboo, we lose serenity and culture itself

(Su Tung Po)


Puisi karya Su Tung Po, penyair dan kaligrafer pada zaman Dinasti Sung di atas dapat menggambarkan betapa bilah-bilah bambu yang tampak sederhana justru menjadi identitas budaya Asia.


Di masyarakat pedesaan Indonesia, bambu memegang peranan penting. Bambu banyak dimanfaatkan berkat kelenturan, daya tahan, serta nilai estetika yang sedap dipandang mata.


Terilhami filosofi bambu, perusahaan computer Asus meluncurkan notebook terbaru, yakni U6V Bamboo Series. Sebuah notebook unik yang menggunakan bahan bambu sebagai lapisan luar, meliputi cover dan bagian alas tangan. Penggunaan bambu pada seri U6V Bamboo Series memang unik dan membuat tampilan notebook terlihat alami serta memberi kesan berbeda saat kita menyentuhnya.



Notebook ini juga diciptakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Pengembangan notebook ini diilhami dari sebuah usaha untuk mempertahankan bumi dalam skala kecil, karenanya U6V didesain dan diproduksi dengan bahan organik dengan wangi yang menyegarkan, dan keindahan bambu yang minimalis. Material bambu juga tersedia di alam bebas dalam jumlah yang melimpah. Bambu dapat melakukan regenerasi selama masa panen tanpa mengharuskan penanaman kembali, sehingga sangat mungkin mendapatkan bambu setiap saat tanpa perlu khawatir merusak alam.


Keputusan penggunaan bambu juga dapat dikatakan sebagai penemuan yang brilian. Notebook U6V memiliki daya tahan tinggi, yang telah dibuktikan dengan ujicoba ketahanan dalam kondisi salju di Qomolangma Peak pada ketinggian 8.848 m.


Versi Bambu ini diproduksi dalam jumlah terbatas sehingga belum jelas apakah akan dijual massal di Indonesia. Walaupun begitu siapa pun akan tertarik dengan desain casing bambu dengan padanan material almunium yang kuat sehingga menampilkan citra produk berteknologi modern nan alami. U6V Bamboo Series berhasil meraih penghargaan Best of Adventure Gear dari majalah National Geographic berkat desain yang unik ini,

Fasilitas dan kemampuan U6V Bamboo cukup lengkap. Notebook ini menyediakan koneksi HDMI dan eksternal SATA yang umumnya muncul pada kelas multimedia. Sayangnya, modem dial-up dan modem koneksi 3G masih bersifat opsional meski slotnya sudah tersedia.

Notebook ini juga dilengkapi dengan fingerprint untuk keamanan pengguna. Salah satu fasilitas canggih lainnya adalah sistem pengenalan wajah yang disebut SmartLogon di mana notebook akan mendeteksi wajah pengguna melalui Webcam. Software Virtual Camera yang tersedia di dalamnya juga dapat melakukan video conference dengan beberapa pengguna sekaligus.


U6V Bamboo dapat memanjakan penggunanya dengan kekuatan desain dan kemampuan mobilitas tinggi yang bisa dibanggakan. Salah satu kelemahannya terletak pada daya batere yang kurang awet.

Spesifikasi ASUS U6V BAMBOO SERIES

Prosesor : Intel Core 2 Duo P8600 (2,4GHz, 3MB cache, FSB 1066MHz)

RAM : 3GB, DDR2 800MHz (Dual-Channel)

Chipset : Intel PM45 (Cantiga)

Kartu Grafis : nVidia GeForce 9300M GS 256MB

Harddisk : 250GB SATA II

Optical drive : DVD±R DL

Fasilitas : Wi-Fi, Bluetooth, LAN, modem, card reader (4-in-1), 3 USB, HDMI, eSATA, Webcam, Express Card, Express Card, VGA-out.

Layar : 12,4”, resolusi 1280x800 pixel

Kartu suara : Realtek HD-Audio

Batere : 4800mAh

Dimensi : 30,2x22,6x(2,2-3,3) cm

Bobot : 1,6kg

Garansi : 2 tahun

Situs Web : www.asus.com


Read more...

Reaksi: 

Internet. Media Massa atau Bukan?

06.55 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Apa Itu Internet?

Internet disusun atas dua kata, inter dan network. Internet merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai situs, baik akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomnunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia. Layanan internet meliputi komunikasi langsung (email, chat), diskusi (Usenet News, email, milis), sumber daya informasi yang terdistribusi (World Wide Web, Gopher), remote login dan lalu lintas file (Telnet, FTP), dan aneka layanan lainnya.

Jaringan yang membentuk internet bekerja berdasarkan suatu set protokol standar yang digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer dan mengalamati lalu lintas dalam jaringan. Protokol ini mengatur format data yang diijinkan, penanganan kesalahan (error handling), lalu lintas pesan, dan standar komunikasi lainnya. Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan.

Bagaimana Sejarah Internet?

Cikal bakal jaringan Internet yang kita kenal saat ini pertama kali dikembangkan tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency). ARPAnet dibangun dengan sasaran untuk membuat suatu jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.

Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Sesudahnya, internet mulai digunakan untuk kepentingan akademis dengan menghubungkan beberapa perguruan tinggi, masing-masing UCLA, University of California at Santa Barbara, University of Utah, dan Stanford Research Institute. Ini disusul dengan dibukanya layanan Usenet dan Bitnet yang memungkinkan internet diakses melalui sarana komputer pribadi (PC). Berkutnya, protokol standar TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982, disusul dengan penggunaan sistem DNS (Domain Name Service) pada 1984.

Di tahun 1986 lahir National Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset. NSFNET kemudian mulai menggantikan ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika hingga pada bulan Maret 1990 ARPANET secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung kedalam jaringan ini.

Pada awalnya, internet hanya menawarkan layanan berbasis teks, meliputi remote access, email/messaging, maupun diskusi melalui newsgroup (Usenet). Layanan berbasis grafis seperti World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada. Yang ada hanyalah layanan yang disebut Gopher yang dalam beberapa hal mirip seperti web yang kita kenal saat ini, kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks. Kemajuan berarti dicapai pada tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat oleh Tim Berners-Lee. Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola diluncurkan oleh Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Tentu saja web browser yang pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser modern yang kita gunakan saat ini.

Terobosan berarti lainnya terjadi pada 1993 ketika InterNIC didirikan untuk menjalankan layanan pendaftaran domain. Bersamaan dengan itu, Gedung Putih (White House) mulai online di Internet dan pemerintah Amerika Serikat meloloskan National Information Infrastructure Act. Penggunaan internet secara komersial dimulai pada 1994 dipelopori oleh perusahaan Pizza Hut, dan Internet Banking pertama kali diaplikasikan oleh First Virtual. Setahun kemudian, Compuserve, America Online, dan Prodigy mulai memberikan layanan akses ke Internet bagi masyarakat umum.

Sementara itu, kita di Indonesia baru bisa menikmati layanan Internet komersial pada sekitar tahun 1994. Sebelumnya, beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia telah terlebih dahulu tersambung dengan jaringan internet melalui gateway yang menghubungkan universitas dengan network di luar negeri.

Apakah internet merupakan salah satu jenis media massa?

Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami karakteristik media massa.

Apa itu media massa?

Pekerjaan media pada hakikatnya adalah mengkonstruksikan realitas suatu fakta atau peristiwa yang dipilihnya. Karena sifat dan faktanya, bahwa pekerjaan media massa adalah menceriterakan peristiwa-peristiwa, maka seluruh isi media adalah realitas yang telah dikonstruksikan. Isi media pada hakikatnya adalah hasil dari rekonstruksi realitas dengan bahasa sebagai perangkat dasarnya, sedangkan bahasa bukan saja alat untuk merepresentasikan realitas, namun juga bisa menentukan relief seperti apa yang akan diciptakan oleh bahasa tentang realitas tersebut (Sobur, 2002:88)

Media massa merupakan singkatan dari media komunikasi massa, merupakan channel of mass communication, yaitu saluran, alat, atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa. Dalam buku Mengamati Fenomena Citizen Journalism, Dida Dirgahayu, S.Sos mengungkapkan karakteristik komunikasi massa yang meliputi beberapa hal, yaitu :
1. Komunikatornya melembaga, berbicara mewakili lembaga (media massa), bukan atas nama dirinya sendiri.
2. Pesan bersifat umum karena dikonsumsi untuk orang banyak yang heterogen.
3. Menimbulkan keserempakan.
4. Serentak penerimaan oleh massa. Media yang menjadi saluran komunikasi diterima pada saat yang sama oleh public.

5. Berlangsung satu arah, yaitu komunikator kepada komunikan.


Karakteristik media massa meliputi publisitas, yaitu disebarluaskan kepada khalayak. Universalitas, pesannya bersifat umum. Periodesitas, tetap atau berkala. Kontinuitas, berkesinambungan. Aktualitas, berisi hal-hal baru. Bentuk-bentuk media massa sebagai mainstream media adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Dimanakah posisi internet?

Massa adalah masyarakat luas yang heterogen, tetapi saling bergantung satu sama lain. Ketergantungan antarmassa menjadi penyebab lahirnya media yang mampu menyalurkan hasrat, gagasan, kepentingan masing-masing agar diketahui dan dipahami orang lain. Penyaluran hasrat, gagasan, dan kepentingan tersebut dinamai ‘pesan’. Dengan demikian, pada hakikatnya media massa adalah media saling-silang pesan antarmassa.

Fungsi media massa adalah tugas khusus yang dibebankan pada media massa. Disebutkan 4 fungsi media massa yaitu fungsi penyalur informasi, fungsi mendidik, fungsi menghibur, dan fungsi memperngaruhi. Keempat fungsi tersebut melekat dalam media massa secara utuh, dalam arti harus dilaksanakan secara bersama-sama, tidak boleh mengutamakan satu atau dua fungsi tapi mengabaikan fungsi-fungsi lainnya.

Dengan demikian, fungsi media massa seseungguhnya hanya satu fungsi namun dipilah-pilah menjadi empat fungsi; dengan kata lain fungsi media massa adalah four in one function.

Karakteristik media massa adalah ciri khas media massa yang meliputi watak, sifat, reputasi, dan ketokohan media massa. Secara umum karakteristik media massa sama. Artinya, jika tidak memiliki ciri-ciri khas sebagaimana yang ‘diberikan’ kepada media massa, maka bukan media massa.

Agar tidak sama dengan media lainnya yang telah dan masih digunakan oleh manusia, maka media massa diberi ciri-ciri khusus yang disebut sebagai ‘karakteristik media massa’.

Untuk sementara ini media massa digolongkan ke dalam media massa cetak berupa suratkabar, majalah, tabloid, dan media media massa elektronik yang terdiri atas radio dan televisi. Dikatakan sementara karena wacana teoritik masih demikian, sementara itu berkembang apa yang disebut CD-ROM, sistem komputer multimedia sampai personal digital assistant dan internet yang entah kapan kelak boleh jadi masuk dalam keluarga besar media komunikasi massa.

Melihat perkembangan dunia maya, tidak mustahil jika hal tersebut dapat menjadi anggota dari media massa. Di tahun 1990, Roger Fidler seorang pakar media komunikasi dan koordinator Design Laboratory pada Kent State University School of Journalism and Mass Communication di Ohio, AS memperkenalkan istilah ‘mediamorphosis’ (perubahan media). Ia mengatakan bahwa transformasi media komunikasi biasanya sebagai akibat dari interplay rumit dan kebutuhan-kebutuhan yang dibayangkan tekanan-tekanan kompetitif dan politis, dan inovasi-inovasi sosial dan teknologis.

Sebenarnya mediamorfosis tidak sekadar lahirnya media massa baru, melainkan juga perubahan-perubahan teknologi dan isi pada media massa yang sudah ada. Dengan demikian, kita percaya bahwa kelak “dunia maya” akan menjadi “dunia nyata” karena menjadi salah satu media massa. Namun, penulis buku ini sementara belum memasukkan “dunia maya” sebagai media massa.

Dalam buku Media Massa : Antara Relitas dan Mimpi Oleh Prof. Dr. H. Sam Abede Pareno, MM secara umum media massa memiliki karakteristik, yaitu:

1. Komunikatornya melembaga
2. Pesannya serempak
3. Komunikannya heterogen
4. Umpan baliknya tertunda

Karakteristik umum tersebut terdapat pada suratkabar, majalah, tabloid, radio, dan televisi. Bagaimana dengan internet? Keempat karakteristik itu melekat pada media massa, artinya jika tidak memenuhi karakteristik tersebut bukan media massa. Jika salah satu karakteristik tidak terpenuhi, maka bukan media massa namanya. Namun secara khusus masing-masing media massa memiliki karakteristik tersendiri.

Sementara itu, Elvinaro Ardianto memaparkan delapam karakteristik media massa:

1. komunikator terlembagakan,
2. pesan bersifat umum,
3. komunikannya anonim dan heterogen,
4. media massa menimbulkan keserempakan,
5. komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan,
6. komunikasi bersifat satu arah,
7. stimulasi alat indra terbatas, dan
8. umpan balik tertunda dan tidak langsung.

Dari karakteristik karakteristik tersebut kita dapat mempertimbangkan apakah internet tergolong ke dalam media massa atau tidak....

Kita harus kembali memberikan pemaknaan yang tepat terhadap kata internet. Seperti yang telah diruaikan diatas, internet adalah sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan berbagai situs. Situs inilah yang kemudian dapat berperan sebagai media massa.

Sejumlah situs memang mengkhususkan diri sebagai situs media massa atau ada juga media massa yang membuat situs. Di tanah air, situs yang mengkhususkan diri sebagai situs media massa salah satunya adalah detik.com. Sementara itu, sejumlah media massa lokal juga membuat situs pada jaringan internet agar khalayak dapat mengakses informasi dengan lebih mudah tanpa terhambat jarak dan waktu. Dua diantaranya adalah kompas.com dan liputan6.com.

Konsep media massa dengan format situs jaringan internet ini tentunya memenuhi karakteristik umum media massa baik menurut Prof. Dr. H. Sam Abede Pareno, MM maupun menurut Elvinaro Ardianto. Begitu pun dengan fungsi-fungsi yang bisa dijalankan oleh situs internet untuk menyalurkan informasi, mendidik, menghibur, dan memperngaruhi.

Yang perlu diingat adalah, tidak semua situs yang terdapat pada jaringan internet merupakan media massa. Ada beberapa situs yang hanya bermanfaat jika diakses secara pribadi atau kelompok tertentu.

Selain dari media massa dalam format situs, ada pula informasi yang dapat diakses khalayak melalui salah satu jenis situs yang dikenal dengan istilah blog.

Blog adalah satu tempat yang dapat digunakan untuk mengekspresikan diri. Blog pada dasarnya merupakan sebuah website juga. Website seperti kita tahu adalah satu lembaran informasi yang ada di internet. Jadi ketika kita masuk ke internet, misalnya membaca surat kabar atau salah satu informasi departemen pemerintah atau perusahaan, itu yang kita sebut dengan website. Weblog atau blog adalah versi mutakhir dari web.

Blog sudah mulai diakomodasi di beberapa media utama di Indonesia tetapi memang belum seperti di luar negeri. Blog baru pada tingkat memberi tempat pemberitaan mengenai blog, memberi tempat kepada para blogger untuk menulis disitu.

Berkembangnya blog secara pesat menjadi media komunikasi yang interaktif karena didukung oleh mudahnya akses para pengguna kepada fasilitas penyedia blog (seperti blogger, blogspirit, multiply dll), mudahnya pengelolaan blog, bahkan oleh orang awam sekalipun. Adanya fasilitas kolom komentar pada setiap artikel memungkinkan penulis blog berinteraksi langsung dengan pembaca setia blognya.

Nah, apakah blog termasuk ke dalam media massa? Merujuk pada karakteristik media massa yang menyatakan bahwa komunikator media massa haruslah terlembaga, blog justru dapat dioperasikan oleh individu yang terbebas dari lembaga apa pun. Dengan demikian blog tidaklah termasuk ke dalam kategori media massa. Blog adalah alternatif bagi khalayak untuk mendapatkan informasi yang mungkin saja luput dari perhatian media massa.

Jadi apakah internet merupakan media massa? Jawabannya adalah bukan, namun internet mampu memuat media massa.

sumber :

Media Massa : Antara Relitas dan Mimpi
Oleh Prof. Dr. H. Sam Abede Pareno, MM
Papyrus, 2005

Mengamati Fenomena Citizen Journalism
Oleh Septiawan Santana K, Dandi Supriadi, Haryati, dkk
Simbiosa, Bandung, 2007

Komunikasi Massa
Oleh Elvinaro Ardianto, dkk
Simbiosa, Bandung, 2007




Read more...

Reaksi: 

Cinta Indonesia

01.37 Reporter: eksentrik artistik 0 Responses

Read more...

Reaksi: