20.01
Reporter:
eksentrik artistik

Kamera
Karya
Kriya
dia
SYARA!
Diana. Itulah nama kamera kesayangannya. Sebuah kamera yang diproduksi di Rusia oleh sebuah perusahaan bernama Lomo. Santika Syaravina yang akrab disapa Syara sangat mencintai fotografi. Ia banyak berkesprimen dengan berbagai alat untuk mengabadikan suatu momen. Selain menggunakan kamera analog, Syara bermain pula dengan kamera sederhana yang berbahaknkan kaleng dan dilubangi sebesar lubang jarum - pinhole camera.
Kecintaan Syara terhadap dunia fotografi memberinya sebuah ilham dalam mengahsilkan karya kerajinan tangan. Ia memotong-melipat-menggulung roll film seluloid 135 mm dan 120 mm menjadi beberapa benda yang unik; corsage pada tas, kalung, aksesori topi fedora, bahkan kaca mata yang bergaya lady gaga - penyanyi techno pop Amerika.
Warna-warna yang dipilihnya pun mewakili warna yang melekat pada tubuh Diana - kamera kesayangannya itu. Iya yakin bahwa desain ini memiliki daya pakai yang tinggi, "Karya saya ini mewakili anak masa kini yang tinggal di kota besar. Terinspirasi dari budaya urban yang prkatis dan sederhana namun tetap memiliki daya tarik yang kuat."
Kreativitas Syara dapat menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa untuk membuat sesuatu yang menarik itu dapat kita mulai dari hal yang dekat dengan kita. Apa hobi anda? Kembangkan itu dan jadilah sesuatu untuk bangsa! Let's Do It Yourself!!!
Read more...
19.59
Reporter:
eksentrik artistik


Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB tampaknya terus berusaha untuk tampil sebagai institusi pendidikan seni terbaik di Indonesia - terbukti dengan gelaran demi gelaran pameran yang tak ada hentinya.
Setelah menyelenggarakan Pameran Jurusan Kriya beberapa hari sebelumnya, pada 2-3 Juni 2009 FSRD ITB kembali mempersebahkan sebuah pameran seni rupa bertajuk Pameran TPB FSRD 2008 di Gedung Serbaguna Kampus Ganesha ini. Ya, sebuah ajang bagi mahasiswa FSRD angkatan 2008 untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya sepanjang satu tahun pertama di masa Tahap Persiapan Bersama (TPB) sebelum melanjutkan pendidikan berikutnya di jurusan yang mereka pilih.
Karya yang ditampilkan meliputi karya nirmana dua dimensi yang berbahan kertas dan pewarna serta tiga dimensi yang menggunakan material sedotan, kawat, serta gips. Sebanyak 200 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini.
Kendati karya yang ditampilkan cukup memanjakan mata, sslah seorang pengunjung, Emeraldi, Mahasiswa Desain Produk ITB angkatan 2007 menyayangkan perubahan konsep karya nirmana dua dimensi, "Sayang sekali, karya nirmana dua dimensinya itu olah awalnya menggunakan komputer, berbeda dengan angkatan saya tahun lalu. Memang menarik tapi yaa sayang saja... ada unsur 'pengasah skill' yang hilang. Terlepas dari itu karya tiga dimensi teman-teman sudah oke."
Pada hari kedua, diadakan pula sebuah talkshow bertajuk "Siapa Takut? Siapa Berani?" pada pukul 09.00-11.00 WIB. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum. Talkshow ini merupakan sebuah alternatif untuk menemukan jawaban dari pertnyaan: "Apa yang menanti mahasiswa FSRD di masa yang akan datang?" Primadi Tabrani, guru besar FSRD ITB, serta dua orang alumni FSRD ITB, Albert Yonathan Setyawan (seni keramik) dan Enarldo Tadya Girardi (desain komunikai visual) berbagi pandangan mereka tentang masa depan dunia yang konon berbasiskan bahasa rupa.
Read more...
08.33
Reporter:
eksentrik artistik
Bermain dengan air dan kertas... Mengulas warna-warni membentuk citra, menuangkan yang tertera dalam imajinasi menjadi nyata. Inilah tiga karya Andika Surasetja -- seorang mahasiswa biasa -- di penghujung tahun 2008. di tengah kejenuhannya menghadapi keseharian yang membosankan. Anda bebas memaknainya sebagai apa. Ini bukan hal penting... hanya sebuah bentuk ekspresi yang bebas... :)
kematian kucing garong
ekspektasi tinggi
diburu waktu
Read more...